Senin, 15 Oktober 2012

Zubaidah, TKI yang Lidahnya Rusak Bekerja di Arab Saudi


Jakarta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengklarifikasi lokasi tempat kerja TKI yang menderita sakit gula darah rendah ekstrim Zubaidah. BNP2TKI menyebutkan lokasi penempatan kerja Zubaidah berada di Arab Saudi.

"Bukan Bahrain, tapi Arab Saudi. Setingkat provinsinya itu Dahrain tapi masih Arab Saudi," kata Tenaga Profesional Bidang Pengembangan Komunikasi Publik BNP2TKI, Mahmud F Rakasima, pada wartawan di kantor BNP2TKI Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2012).

Mahmud menjelaskan Zubaidah berada di Arab Saudi sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). Zubaidah diberangkatkan oleh PT Alatas Ikhwan yang merupakan perusahaan penyalur TKI di Tanah Air resmi.

"Zubaidah merupakan TKI PLRT yang diberangkatkan PT Alatas Ikhwan, Jakarta pada 17 Februari 2009 ke Arab Saudi serta bekerja di keluarga majikan Jafar Alhakim," terang Mahmud.

Mahmud menambahkan Zubaidah akan masuk ke RSUD Syamsudin Sukabumi besok pagi untuk perawatan lanjutan. BNP2TKI menyiapkan dana Rp 40 juta untuk biaya pembayaran risiko dan persoalan Zubaidah.

"Zubaidah akan masuk ke rumah sakit besok pagi rencananya. Kita juga sudah memanggil perusahaan asuransi proteksi yang mempesertakan Zubaidah ke dalam program pertanggungan TKI, dan telah menyepakati pembayaran risiko atas masalah Bedah yaitu Rp 40 juta," terang Mahmud menirukan arahan atasannya, kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat.

Pada berita sebelumnya, Zubaidah yang menderita gula darah rendah yakni 10 mg/dl disebutkan bekerja di Bahrain. Namun ternyata TKI asal Sukabumi tersebut ditempatkan di Arab Saudi dengan wilayah Dahrain. Zubaidah adalah TKI yang diduga mengalami penyiksaan dengan lidah terbelah, namun ternyata lidahnya terpotong disebabkan kejang-kejang dan tergigit akibat penyakitnya.

Pesawat Cessna Sambar Kabel Listrik, Desa di Kuningan Gelap Gulita


Kuningan Pesawat Cessna 172 PK HAL yang jatuh di Kuningan, Jawa Barat sempat menyambar kabel listrik tegangan tinggi sebelum jatuh di sungai. Akibatnya, blok pahing desa Sukadana yang putus kabel listrik malam ini gelap gulita.

”Sebelum pesawat jatuh, sempat menyambar kabel listrik. Menurut saksi, terdengar suara keras akibat benturan pesawat,” kata Kapolres Kuningan AKBP Wahyu Bintono di lokasi, Senin (2/7/20120.

Saat ini, puluhan polisi dari Polres Kuningan dan Polsek Ciawi Gebang disiagakan di lokasi jatuhnya pesawat. Sebuah tenda juga didirikan di dekat lokasi.

”Korban tewas atas nama Kapten Heru, sekarang disemayamkan di RSU 45 Kuningan Jawa Barat, sementara 2 korban luka berat, Rara Paramita dan Fitri, dirujuk ke rukah Sakit Mitra Plumbon Cirebon,” lanjut Wahyu.

Menurut wahyu, belum ada rencana evakuasi pesawat. Proses penyelidikan pun masih menunggu tim KNKT.

“Masih menunggu KNKT, untuk penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat. Kami juga terus berkoordinasi dengan bandara Cakrabuana Penggung Cirebon,” lanjut Wahyu.

Sementara itu, kepala Bandara Cakrabuana Penggung Cirebon Emil Taufik, membenarkan rencana peneyelidikan penyebab jatuhnya pesawat. “Nanti penyelidikan oleh KNKT, jadi sampai saat ini belum diketahui penyebabnya,” kata Emil.

Masih menurut Emil, pesawat terbang dalam rangka terbang latih di daerah Losari Cirebon. ”Kehilangan kontak dengan pesawat sekitar pukul 14.00 WIB siang, sedangkan pesawat jatuh sekitar pukul 14.30 WIB,” tambah Emil.

Serangan NATO Tewaskan 3 Anak di Afghanistan



Kabul, Serangan udara NATO dilaporkan menewaskan tiga anak-anak di Afghanistan. Padahal menurut NATO, serangan itu menargetkan para militan Taliban yang sedang menanam ranjau di jalanan di Afghanistan selatan.

Pihak International Security Assistance Force (ISAF) pimpinan NATO mengkonfirmasi serangan udara yang dilancarkan di distrik Nawa, Provinsi Helmand pada Minggu, 14 Oktober waktu setempat itu. Menurutnya, tiga militan tewas dalam serangan itu. ISAF kini tengah menyelidiki laporan bahwa anak-anak juga menjadi korban dalam serangan itu.

"Dua Taliban penanam ranjau teridentifikasi dan ditargetkan oleh ISAF dari udara dan tewas," kata kepala kepolisian distrik Ahmad Shah Khan kepada kantor berita AFP, Senin (15/10/2012).

"Tiga anak-anak, dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan, yang berada di dekat situ sedang mengumpulkan kayu bakar juga tewas," imbuh Khan.

Farid Ahmad Farhang, juru bicara kepolisian Helmand mengkonfirmasi insiden tersebut. Dikatakannya, serangan itu menewaskan dua militan dan tiga anak-anak.

Jatuhnya korban jiwa warga sipil akibat operasi NATO terhadap para militan merupakan isu sensitif dalam hubungan antara pasukan NATO dan pemerintahan Presiden Hamid Karzai. Presiden Karzai kerap mengungkapkan kemarahannya atas serangan udara NATO yang menewaskan warga sipil.

Ribuan warga sipil tewas dalam perang di Afghanistan setiap tahunnya. Namun menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagian besar korban jiwa tersebut diakibatkan oleh serangan para militan.

Ratusan Demonstran Protes Keberadaan Rohingya di Myanmar


Yangon, Ratusan demonstran kembali menggelar aksi protes di Myanmar barat hari ini. Mereka menentang keberadaan kaum minoritas muslim Rohingya di wilayah tersebut.

Para demonstran juga mendesak Organisasi Konferensi Islam (OKI) menghentikan bantuannya untuk Rohingya di negara bagian Rakhine. Aksi demo di Sittwe, ibukota negara bagian Rakhine tersebut, diikuti oleh ratusan wanita Buddha.

"Kami melancarkan protes terhadap OKI dan juga Bengali karena kami tak menginginkan mereka di tanah air kami," cetus seorang pengorganisir demo Nyo Aye kepada kantor berita AFP, Rabu (10/10/2012).

Sekitar 800 ribu orang Rohingya diperkirakan berada di Myanmar. Meski telah lama menetap di negeri itu, namun mereka terus dianggap sebagai imigran ilegal oleh pemerintah dan sebagian besar warga Myanmar. Masyarakat Myanmar menyebut kaum Rohingya sebagai Bengali.

Sehari sebelumnya, ratusan biksu turun ke jalan-jalan di Sittwe, juga untuk memprotes Rohingya dan aktivitas OKI terhadap Rohingya.

Ketegangan di Rakhine telah menyebar ke negara tetangga Bangladesh. Pekan lalu, kepolisian Bangladesh telah menangkap hampir 300 orang muslim terkait aksi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah dan kuil-kuil Buddha di Bangladesh.

Ribuan Biksu Myanmar Kembali Gelar Aksi Demo Menentang OKI




Yangon, Ribuan biksu kembali melakukan aksi protes dengan turun ke jalan-jalan di Myanmar. Mereka menentang rencana keberadaan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di negeri itu untuk membantu muslim Rohingya.

Sekitar 3 ribu biksu mengikuti aksi demo ini sembari berteriak-teriak dan membawa banner bertuliskan "Tak Ada OKI". Massa menyusuri jalan menuju pusat ibukota Yangon.

Menurut pihak penyelenggara demo seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (15/10/2012), aksi protes ini digelar di dua kota utama Myanmar, yakni di kota Mandalay dan kota Pakokku di wilayah Magway, Myanmar pusat.

"Kami tak bisa menerima adanya kantor OKI di sini," cetus Oattamathara, biksu yang memimpin aksi protes di Mandalay.

Dikatakannya para demonstran, ingin mendapat jaminan tegas dari pemerintah bahwa OKI yang beranggotakan 57 negara muslim tak akan diizinkan beroperasi di negeri tersebut.

Ketegangan sektarian di Myanmar meningkat menyusul bentrokan antara warga Buddha dan Rohingya di negara bagian Rakhine pada Juni lalu. Puluhan orang tewas dalam insiden itu dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal mereka.

Sejak peristiwa itu, para biksu telah menggelar serangkaian aksi protes menentang OKI dan keberadaan Rohingya di Myanmar. Sekitar 800 ribu warga Rohingya diperkirakan berada di Myanmar namun mereka tidak diakui sebagai warga negara oleh pemerintahnya. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyebut muslim Rohingya sebagai minoritas paling teraniaya di dunia.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons